Pendidikan Pendahuluan Bela Negara 2016
Umum
Jumat, 22 April 2016 | Admin | 429 kali

Pendidikan Pendahuluan Bela Negara 2016

Dalam rangka mempersiapkan generasi muda bangsa, yang tangguh, pantang menyerah berwawasan kebangsaan, berlandaskan pada idologi bangsa Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Panji Sakti, mengadakan pengabdian pada masyarakat, bekerjasama dengan Badan Pembudayaan Nilai-Nilai Kejuangan Bangsa Kabupaten Buleleng. Ikut terlibat aktif dalam mengisi materi pelatihan Bela Negara bagi Siswa SMA/SMK se-kabupaten Bueleleng yang diselenggarakan oleh Resimen Mahasiswa Ugrasena. Pembukaan acara pendidikan pendahuluan Bela Negara diselenggarakan di Taman Kota, hari Kamis, 21 April 2016  dibuka oleh Bupati Buleleng yang diwakili oleh Setda Kabupaten Buleleng. TIM yang dikirim oleh Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP UNIPAS, pada hari pertama, yaitu Jumat, 22 April 2016 di SMA Lab Undhiksa Singaraja (peserta 105 orang) adalah DR. Gede Sandiasa, S.Sos, M.Si (Dekan FISIP UNIPAS); Drs. I Nyoman Suprapta, M.Si (Dosen FISIP UNIPAS); dan Drs. Nyoman Mudarya, M.Si (Dekan FKIP UNIPAS), serta melibatkan 2 (dua) orang mahasiswa, yaitu I Gede Suka Astreawan dan Putu Ermy Haryanti. Sedangkan yang ditugaskan di SMK TI Global Singaraja adalah Drs. Dewa Made Joni Ardana, M.Si; Drs. Putu Agustana, M.Si dan Drs. I Nyoman Sukraaliawan, M.Si. Selanjutnya untuk hari kedua di SMA Negeri 4 Singaraja diisi oleh Drs. Dewa Nyoman Redana, M.Si; Drs. Putu Agustana, M.Si dan Drs. Dewa Made Joni Ardana, M.Si. Adapun materi yang diberikan oleh TIM Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fisip UNIPAS adalah Wawasan Kebangsaan, Pedoman dan Pengamalan Pancasila. Penanaman kembali Empat Nilai Dasar Pancasila (sebagai Pendidikan Politik), yang mengarah pada pembentukan sikap dan kepribadian : 1) Hormat pada martabat manusia (nilai kebebasan, freedom) ; 2) Cinta kepada bangsa sendiri (nasionalis); 3) Demokrasi atau kedaulatan rakyat (nilai kesamaan, equality) dan 4) Keadilan sosial atau kesetiakawanan sosial (nilai solidaritas). Hal ini harus terus diperkuat oleh semua pihak, mengingat kemajuan dibidang teknologi dan informasi selain memberikan manfaat, khususnya dibidang pelayanan publik, pendidikan dan kemajuan ekonomi, tetapi desakan yang bisifat negative sangat banyak mengikutinya dan mendera pertahanan mental, moral, etika pergaulan dan etos kerja generasi bangsa, dengan ciri mudahnya terpengaruh terhadap hal-hal negative, seperti pergaulan bebas, narkoba, kenakalan remaja; menurunnya kohesifitas, misalnya menurunnya jiwa gotong-royong, mudah konflik, tidak bertanggungjawab terhadap tugasnya; lemah fisik dan mental; pergaulan glamor meskipun memaksakan diri; protes tanpa alasan; keinginan belajar menurun; mudah menyerah; perangai kasar dan bahasa; disiplin dan etos kerja menurun; korupsi waktu dan mental menerabas. Bila ini tidak segera ditangani, oleh semua pihak akan terjadi kemerosotan etos kerja, akhlak dan kemampuan kompetisi di dunia global dan dalam mengatasi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Bangsa ini akan kalah bersaing dan menjadi penonton di negeri sendiri. “wahai generasi bangsa mari bersatu, tingkatkan kualitas diri baik secara fisik maupun rohani”. KELOLA DIRI, LINGKUNGAN DAN KEYAKINANMU”

 

 

 




 Berita Terkait
Nama
Website
Komentar