PERNYATAAN TENTANG ORISINALITAS SKRIPSI MAHASISWA
Jurusan Ilmu Administrasi
Jumat, 21 Juli 2017 | Admin | 890 kali

PERNYATAAN TENTANG ORISINALITAS SKRIPSI MAHASISWA

Dalam menjamin keaslian karya tulis mahasiswa, diharapkan seluruh mahasiswa yang mengikuti program akhir (skripsi) diwajibkan membuat PERNYATAAN TENTANG KEASLIAN KARYA ILMIAH acuannya adalah:  UU No. 12 tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi dan UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

Mahasiswa dan kalangan akademik senantiasa harus selalu memperhatikan kejujuran dan kebenaran akademik, bahwa setiap ide, gagasan dan hasil penelitian harus diungkapkan dengan benar, menurut kaidah-kaidah penulisan ilmiah, dan untuk keseragaman sistematika tulisan harus mengikuti panduan yang dipersyaratkan oleh Prodi Administrasi Negara FISIP UNIPAS. Dan apabila menggunakan atau mengutif hasil karya orang lain, atau lembaga lain sebagian atau seluruh isi ide, pendapat, hasil penelitian dll, harus mencantumkan dengan jujur atas nama karya ilmiah bersangkutan. Kalau tidak demikian maka karya ilmiah atau tulisan mahasiswa dianggap “plagiasi” atau plagiat.

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 17 Tahun 2010 dikatakan:

“Plagiat adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai”

Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi disebutkan pada Pasal 28 A (5) bahwa, Gelar Akademik, gelar vokasi, atau gelar profesi dinyatakan tidak sah dan dicabut oleh Perguruan Tinggi apabila karya ilmiah yang digunakan untuk memperoleh gelar akademik, gelar vokasi, atau profesi terbukti merupakan hasil jiplakan atau plagiat. Pasal 42 A (3) Lulusan Pendidikan Tinggi yang menggunakan karya ilmiah untuk memperoleh ijazah dan gelar, yang terbukti merupakan hasil jiplakan atau plagiat, ijazahnya dinyatakan tidak sah dan gelarnya dicabut oleh perguruan tinggi.

Penerapan sanksi terhadap para plagiator sudah diatur peraturan sebelumnya yaitu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi, telah mengatur sanksi bagi mahasiswa yang melakukan tindakan plagiat. Jika terbukti melakukan plagiasi maka seorang mahasiswa akan memperoleh sanksi sebagai berikut:

  1. Teguran
  2. Peringatan tertulis
  3. Penundaan pemberian sebagian hak mahasiswa
  4. Pembatalan nilai
  5. Pemberhentian dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
  6. Pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
  7. Pembatalan ijazah apabila telah lulus dari proses pendidikan.

Dan selanjutnya pada UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, di atur sanksi bagi orang yang melakukan plagiat, khususnya yang terjadi dilingkungan akademik. Sanksi tersebut adalah sebagai berikut (Pasal 70):

Lulusan yang karya ilmiah yang digunakannya untuk mendapatkan gelar akademik, profesi, atau vokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 Ayat (2) terbukti merupakan jiplakan dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

 

Model Pernyataan Tersebut dapat didownload di bawah ini




Nama
Website
Komentar