PELAKSANAAN ADMINISTRASI DAN POLA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI COVID 19
Pengabdian Pada Masyarakat
Rabu, 15 Juli 2020 | admin | 113 kali

PELAKSANAAN ADMINISTRASI DAN POLA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI COVID 19

Pendahuluan

Dalam menghadapi pandemi corona yang dikenal sebagai covid 19, memerlukan keterlibatan berbagai komponen masyarakat, swasta, pemerintah dan perguruan tinggi. PANDEMI Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Meskipun sudah banyak ahli dan pakar perguruan tinggi yang memberikan analisis dan prediksi akan mulai mereda dengan catatan semua pihak mau terus menerus untuk selalu siap berperan aktif, bersinergi, dan bekerja sama untuk mengatasinya.

Perguruan tinggi dapat aktif dengan memberikan masukan kepada para pengambil kebijakan dan para pihak lainnya,  untuk bisa melakukan terobosan terbaik. Terobosan itu diharapkan lebih mendukung dan sesuai dengan peran, tugas, serta fungsi perguruan tinggi yang bergerak dalam tiga ranah utama yang disebut sebagai tridarma perguruan tinggi. Peran pendidikan tinggi terutama berkenaan dengan aspek pendidikan, pembelajaran, dan pengajaran; riset dan inovasi; serta pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan Tri Dahrma Perguruan tinggi ini dapat dilaksanakan secara mandiri oleh perguruan tinggi, maupun bekerjasama dengan pihak lainnya. 

Pandemi virus corona, memberi dampak secara psikologis sosial pada masyarakat, yang dapat menimbulkan rasa ketakutan, suasana skeptis atau rasa curiga yang berlebihan masyarakat, pada kelompok atau masyarakat lain, yang diperkirakan dapat membawa virus corona pada keluarga, dan berdampak secara ekonomi, dimana virus ini memberi dampak luas pada para pengusaha, baik usaha kecil, menengah dan besar, yang membuat pertumbuhan ekonomi melambar, lapangan kerja dan pendapatan masyarakat menurun, bahka dapat memberi dampak pada keamanan dan ketertiban di masyarakat, yang dapat menimbulkan konflik sosial, gangguan ketertiban (mis. Banyak terjadi pencurian, dan penipuan). Dengan demikian langkah antisipatif dan kerjasama dengan semua pihak harus dilakukan. Banyak kendala yang dihadapi masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian pandemi corona di masyarakat, yang disebabkan beberapa hal dibawah ini:

  1. Covid 19 menjadi penyakit yang dapat memberi dampak yang luas pada tatatanan kehidupan masyarakat, baik secara sosial, ekonomi dan budaya masyarakat.
  2. Kurangnya pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan covid 19
  3. Organisasi desa adat berbasis kearifan lokal, menjadi pelaksana pokok dalam upaya pencegahan dan penanganan covid 19
  4. Tidak cukup anggaran dan sarana prasarana yang dapat digunakan oleh masyarakat, baik secara kelompok maupun secara organisasi dalam penanganan covid 19.
  5. Rendahnya daya dukung masyarakat dalam melaksanakan kegiatan penanganan covid 19 secara terpadu.

Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan melalui penyuluhan, sosialisasi dan edukasi, pembagian sembako dan penyemprotan disinfektan. Masing-masing pembicara diberikan alokasi waktu dan kesempatan, sesuai dengan bidang keahlian dan tema yang diangkat, berdasarkan keahlian tersebut, yang dapat dirinci sebagai berikut.

  1. Penyelenggaraan Administrasi Penanggulangan Bencana, dalam upaya pelaksanaan secara efektif dan efisien oleh Dr. Gede Sandiasa, S.Sos, M.Si;
  2. Dampak hukum bagi tindakan yang menghambat upaya pencegahan  dan penanggulangan covid 19 oleh Dr. I Nyoman Gede Remaja, SH, MH;
  3. Sosialisasi dan Edukasi upaya pencegahan dan penanganan covid 19 oleh Made Pasek Yasa, S.Sos (Kepala Markas PMI Kabupaten Buleleng);
  4. Penyemprotan disinfektan oleh Relawan PMI Kabupaten Buleleng bekerjasama dengan relawan Desa Adat Sangket;
  5. Pembagian sembako, dilaksanakan pada krama desa adat tanggal 25 s/d 26 Juli 2020 oleh satgas covid 19 Desa Adat Sangket.

Demikian rencana kegiatan ini pengabdian kepada  Masyarakat, semoga sukses dan mendapat dukungan semua pihak




 Berita Terkait
Nama
Website
Komentar