MANAJEMEN LINGKUNGAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL
PROSIDING AKADEMIK-ILMIAH
Minggu, 26 November 2017 | Admin | 176 kali

MANAJEMEN LINGKUNGAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL

Oleh Dr. Drs. Ketut Gunawan, M.M.[6]

(Prosiding Seminar : Local Genius dalam Perspektif Kebijakan Publik, Hukum, Manajemen, Pertanian dan Pendidikan Oktober 2015 P.76-91. P3M UNIPAS Singaraja. ISBN 978-979-17637-1-4) 

Abstrak: Pulau Bali memiliki wilayah yang luas dan penduduk yang padat. Kepadatan penduduk  sangat rentan terhadap pencemaran lingkungan. Masyarakat Bali memiliki kearifan lokal dalam bentuk falsafah hidup umat Hindu yang disebut  Tri Hita Karana, yang  dirumuskan sebagai tiga hal yang dapat menyebabkan manusia mencapai kesejahteraan, kebahagiaan, dan kedamaian (hita).  Untuk itu, perlu dikaji bagaimana seharusnya umat manusia berperilaku untuk menerapkan falsafah  Tri Hita Karana  dalam melestarikan lingkungan agar lingkungan tetap lestari. Nilai-nilai Tri Hita Karana dapat diadopsi masyarakat Bali dalam membentuk awig-awig desa Pekraman di Bali. Awig-awig ini menjadi dasar pijakan untuk mengatur hak dan kewajiban warga termasuk hak dan kewajibannya dalam pelestarian lingkungan agar terbentuk sikap mental dan perilaku sumber daya manusia masyarakat Hindu di Bali yang secara ketat dapat melestarikan lingkungan.

Kata kunci: Pulau Bali,  kearifan lokal, dan  manajemen lingkungan.

[6] Dr. Drs. Ketut Gunawan, M.M. adalah staf edukatif pada Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Panji Sakti Singaraja.




 Berita Terkait
Nama
Website
Komentar