Partisipasi Politik dalam Perencanaan Pembangunan Desa
Pengabdian Pada Masyarakat
Jumat, 25 Januari 2019 | admin | 1230 kali

Partisipasi Politik dalam Perencanaan Pembangunan Desa

Oleh : Gede Sandiasa

(Materi Pengabdian kepada Masyarakat, 15 Desember 2018 di Desa Sambangan Kecamatan Sukasada, Buleleng)

Pengertian partisipasi politik adalah kegiatan warganegara yang bertujuan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan politik. Partisipasi politik dilakukan orang dalam posisinya sebagai warganegara, sebagai pendukung dan penguat negara bukan politikus ataupun pegawai negeri dan sifat partisipasi politik ini adalah sukarela, bukan dimobilisasi oleh negara ataupun partai yang berkuasa.[ Huntington &  Nelson, 1990]. Partisipasi di sini dapat dimulai dari upaya untuk menempatkan seorang pemimpin dalam kelembagaan tertentu, sampai pada daya dukung dan partisipasi dalam pelaksanaan pembangunan. Dalam hal pemilihan dan penetapan kepemimpinan adalah menjadi cikal bakal penting dalam proses dalam pengambilan keputusan lembaga, baik swasta mauun pemerintahan. Oleh sebab itu pemilihan seorang pemimpin yang berkualitas melalui pemilihan umum, atau proses pemilihan lainnya, akan membawa dampak yang positif bagi lembaga bersangkutan selanjutnya, akan tetapi sebaliknya kepemimpinan yang tidak berkualitas akan member dampak buruk dalam proses dan kinerja lembaga selanjutnya. Kepemimpinan efektif dimaksudkan adalah kepemimpinan yang berorientasi pada efektifitas pencapaian sasaran dan efisiensi penggunaan sumberdaya untuk keberhasilan pencapaian tujuan. Dengan demikian penggunaan teknik-teknik manajemen partisipatif menjadi lebih penting dalam mengelola efektifitas untuk memaksimalisasi hasil (output), dan efisiensi untuk meminimalisasi biaya (input), (Soekarso & Putong 2015: 11). Selanjutnya bahwa partisipasi sangat menentukan dalam kepemimpinan, sehingga semakin aktif anggota kelompok organisasi dalam berpartisipasi, hal ini akan menyebabkan kehidupan kelompok atau organisasi semakin dinamis. Partisipasi dalam hal ini dapat dilakukan dengan secara aktif ikut memikirkan cara-cara memecahkan persoalan-persoalan kelembagaan organisasi, atau persoalan-persoalan yang dihadapi oleh pemimpin. Partisipasi politik adalah segala aktivitas yang berkaitan dengan kehidupan politik, yang ditujukan untuk memengaruhi pengambilan keputusan baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan cara legal, konvensional, damai, ataupun memaksa. Secara faktual kesadaran untuk memilih pemimpin yang berkualitas, asih sangat terbatas. Hal ini dapat dilihat dari sisi kehadiran warga Negara dalam berbagai proses pemilihan pemimpin, baik ditingkat nasional (DPR, Presiden dan wakil presiden, DPD), daerah (DPRD) maupun ditingkat desa melalui pemilihan kepala desa, sebagian warga Negara tidak menggunakan hak pilihnya. 




 Berita Terkait
Nama
Website
Komentar