Mewujudkan Kualitas Pemimpin melalui Pendidikan Pemilih Pemula dan Pengawasan Pemilu secara Partisipatif.
Umum
Sabtu, 26 November 2016 | Admin | 378 kali

Mewujudkan Kualitas Pemimpin melalui Pendidikan Pemilih Pemula dan Pengawasan Pemilu secara Partisipatif.

Kualitas pemimpin yang akan dipilih melalui proses pemilu, akan dihasilkan melalui proses pemilu yang berkualitas. Untuk dapat menghasilkan pemilu yang berkualitas maka diperlukan partisipasi masyarakat secara berkualitas pula, baik keterlibatannya secara berkualitas dalam pemilihan umum maupun telibat aktif dalam upaya menghasilkan pemilu yang jujur, adil dan menyenangkan. Proses pelaksanaan politik yang bersahaja, dapat memberikan pengalaman dan proses belajar bagi setiap komponen masyarakat, khususnya pemilih pemula untuk senang dan bergembira mengikuti dan melaksanakan proses pelaksanaan pemilihan umum, baik Pilkada, Pemilu Legislatif (DPR, DPD, DPRD), Presiden Wakil Presiden, Gubernur, bahkan Kepala Desa sekalipun. Sebab beberapa decade yang lewat, dan sampai saat ini, masih Nampak dibeberapa daerah setiap proses pemilu menampilkan arogansi, pemaksaan kehendak, pengerusakan, intimidasi, pembangkangan publik, yang tentunya dapat menghadirkan rasa waswas, kekhawatiran dan rasa takut, serta traumatic demokrasi dan politik, hal ini akan berpengaruh pada kemajuan bangsa secara massif. Oleh sebab itu, seiring dengan meningkatkan kecerdasan masyarakat dibidang pendidikan, maupun ekonomi harus pula diikuti kecerdasan dalam bidang politik. Sebab hampir seluruh bagian dari proses pembangunan yang ada di Negara ini dimulai dari proses politik, oleh sebab itu diperlukan pembelajaran yang secara berkelanjutan, berjenjang pada materi pemenuhan kebutuhan komponen bangsa dalam proses politik. Sebab secara empiris kecenderungan partisipasi masyarakat di bidang Negara mengalami penurunan, upaya pengkaderisasi dan militansi, yang disertai dengan proses pengabdian pada bangsa dan Negara, pembangunan solidaritas kebangsaan mengalami degradasi, baik di masyarakat maupun pada kalangan para pemimpin bangsa. Egosentris, daerahisme bahkan sara selalu mewarnai kancah perpolitikan kita.

Rasa memiliki terhadap proses pemilu maupun partai politik masih rendah, tidak ada upaya-upaya yang signifikan dari para pemimpin bangsa atau partai berkeinginan atau menampakkan upaya yang cerdas untuk meningkatkan peran partai dalam meningkatkan kecerdasan masyarakat di bidang politik, yang dapat menghasilkan dampak mebentuk integrasi bangsa yang kuat, solidaritas kebangsaan terbina secara konsisten dan dan upaya-upaya nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan menempatkan sarana demokrasi berkualitas menjadi instrument utama dalam proses pembangunan ini. Setiap masyarakat dapat berpartisipasi dalam proses politik yang dimulai dari proses pemilu, antara lain partisipasi dapat dilakukan : 1) Memastikan terlindungnya hak-hak politik masyarakat sebagai Warga Negara; 2) Mewujudkan pemilu yang bersih, transfaran, dan berintegrasi; 3) Pemilu sebagai instrumen mewujudkan kepemimpinan politik dan evaluasi kepemimpinan politik; 4) Terwujud dan terpilihnya kepemimpinan politik yang dapat memenuhi aspirasi terbesar dari rakyat ; membangun kepercayaan terhadap demokrasi, dan Pemilu yang berkualitas.

Hadirnya pemimpin yang berkualitas melalui proses politik yang berkualitas, dapat menghasilkan legitimasi kepemimpinan bangsa, bahwasannya setiap proses politik maupun pembangunan akan  mendapat dukungan dari seluruh komponen bangsa, tidak adanya upaya pengingkaran dan pembangkangan publik terhadap aspirasi masyarakat, maupun terhadap kepemimpinan yang sah. Dalam keadaan demikian para pemimpinan bangsa selalu beorientasi pada program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan integrasi bangsa, melalui penyediaan pelayanan publik, yang sesuai dengan harapan dari sebagian masyarakat bangsa ini, namun demikian tidak lupa juga dalam upaya meningkatkan kapasitas bangsa untuk dapat berkompetisi dalam persaingan dunia global. Oleh karena itu pentingnya partisipasi masyarakat dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam proses politik maupun dalam setiap proses pembangunan bangsa.  Tingginya partisipasi pemilih dan didukung dengan upaya-upaya yang cerdas dalam menggunakan hal pilihnya. Partisipasi juga dapat diwujudkan dalam pelaksanaan pengawasan pemilu, hal ini penting dikarenakan terbatasnya pengawasan pemilu, meningkatnya partisipasi masyarakat dan tantangan ke depan semakin komplek, maka diperlukan sumberdaya manusia masyarakat yang cerdas yang bersedia menjadi relawan dalam mengawasi pemilu untuk mewujudkan proses pemilu pemilu yang bersih dan transfaran.  Namun demikian masih ada beberap tantangan dan hambatan yang sangat penting dicarikan solusi dalam upaya mewujudkan partisipasi masyarakat sebagai pengawas pemilu secara berkualitas, antara lain: 1) Masyarakat masih terfokus pada urusan domistik elementer ; 2) Kemampuan SDM terbatas, belum terbentuk massa yang kritis; 3) Kekhawatiran terjadinya konflik dan benturan antara pengawas; 4) Tidak adanya perlindungan hukum bagi pelapor 5) Minimnya Informasi tentang pengawasan partisipatif; 5) disparitas jumlah laporan dengan tindaklanjut penanganan pelanggaran; 6) kesenjangan persepsi penanganan pelanggaran dan 7) tidak adanya kekuatan pendorong terhadap instansi terkait dalam penegakan hukum pemilu. Dalam partisipasi pengawasan pemilu apa yang bisa dilakukan oleh masyarakat maupun tokoh masyarakat, antara lain: a) Ikut memantau pelaksanaan pemilu agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan (memantau daftar pemilih; pengawasan semesta dan penyediaan teknologi informasi;  b) Ikut serta, aktif dan kritis dalam setiap kajian persoalan kepemiluan (duta pengawasan dan democracy heroes); c) Ikut mencegah segala pelanggaran pemilu dan kerjasama dengan pemantau; d) Melaporkan segala bentuk pelanggaran; e) Menyampaikan informasi tentang adanya dugaan pelanggaran pemilu dan f) Mendukung terciptanya ketaatan peserta pemilu dan penyelanggara pemilu.

Demikian sedikit ringkasa materi yang disampaikan oleh narasumber Dr. Gede Sandiasa, S.Sos, M.Si (Dekan) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universiitas dalam acara sosialisasi pada pemilih pemula dan pengawasan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2017 secara partisipatif bersama tokoh mayarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat, yang selenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Buleleng.

 




 Berita Terkait
Nama
Website
Komentar