LAKUKAN GERAKAN MORAL ANTI KORUPSI DAN GRATIFIKASI MULAI SEKARANG
Umum
Selasa, 03 Mei 2016 | Admin | 375 kali

LAKUKAN GERAKAN MORAL ANTI KORUPSI DAN GRATIFIKASI MULAI SEKARANG

Sosiliasasi Anti Korupsi dan Gratifikasi Tunas Integritas di Kabupaten Buleleng Integritas, mitos kerja, gotong royong selalu terkait dengan performance layanan publik. Nilai-nilai integritas: 1. Akuntabel; 2. Nasionalis; 3. Etika publik; 4. Komitmen dan 5. Anti korupsi. Budayakan kejujuran bagian dari kebutuhan hidup tanpa korupsi jalan hidup munuju surga. Berpikir dan berkata anti korupsi memang penting tapi jauh lebih penting tidak berbuat korupsi Demikianlah bagian cuplikan dari materi sosialisasi Anti Korupsi dan Gratifikasi yang disampaikan oleh Inspektorat Provinsi Bali dengan Narasumber: Dewa Sunarta dan Wayan Sudana di Hotel Banyu Alit Lovina, Selasa, 3 Mei 2016. Kursi peserta yang disediakan hanya 115 orang dari unsur pejabat penyelenggara negara, seperti SKPD, Camat dengan mengajak Perbekel, dan dari unsur Desa Pakraman, dan sekolah. Namun karena antusias para penyelenggara negara di Kabupaten Buleleng sehingga jumlah peserta hampir berjumlah 200 orang sehingga peserta dibagi dua. Antusias sebagai peserta harus diimbangi dengan komitmen untuk melaksanakan dan menerapkan isi sosialisasi Anti Korupsi dan Gratifikasi di instansi masing-masing dan juga kesediaan melaksanakan sosialisasi  yang dapat dimulai dari lingkungan keluarga, tetangga sekitar dan pada masyarakat yang dilayani. Pencegahan lebih penting daripàda penindakan, melalui gerakan moral, dengan mengajak siswa, anak-anak usia dini dengan model permainan dalam membentuk moral, para pengusaha dan rekanan penyedia barang dan jasa agar mereka tahu di mana fungsi mereka dalam mencegah korupsi. Dengan memasang stiker-stiker anti korupsi pada warung, kantin, perusahaan, koperasi, lpd, kantor-kantor, badan, dinas-dinas pelayanan publik, disertai pesan menggugah gerakan moral, tata cara mencegah korupsi, tata cara melapor jika ditemukan dugaan korupsi. Penjualan kwitansi dan nota-nota harus ada pesan anti korupsi, kop surat, brosur dll, yang dapat pula disebar melalui tranportasi publik, kendaraan pribadi, rumah-rumah penduduk. Gerakan ini harus dilakukan segera, sebab dampak korupsi luar biasa antara lain: tingkat kemahalan barang dan jasa meningkat, kemampuan daya beli masyarakat menurun, proses pembangunan tidak berkualitas, tingkat kesejahteraan pegawai tidak tercapai, menurunnya layanan publik dan merusak moral bangsa. Serta yang terpenting adalah menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat menurun kepada penyelenggara layanan publik, baik swasta maupun pemerintah, kepercayaan investor menurun sehingga banyak investor menarik dana dari  Indonesia. Perlu diketahui Peringkat Indonesia menurut dw.com di indeks korupsi yang dikeluarkan Transparency International naik dari 114 ke 107. Tapi masih jauh di bawah negara-negara tetangga seperti Filipina, Thailand, Malaysia dan Singapura. Tranparency International mengingatkan, korupsi tidak hanya merampok hak asasi masyarakat miskin, melainkan juga menciptakan masalah pemerintahan dan instabilitas. Sedangkan menurut tempo.co/read/news, bahwa di dunia Indonesia menempati peringkat ke 88 dengan skor CPI 36. Skor tersebut meningkat dua poin dari tahun 2014 yang berada di peringkat ke 107(m tempo co). Bali mampu menjadi ikon bebas korupsi maka akan mendapatkan perhatian dunia internasional. "Mereka akan makin percaya menanamkan investasi  di Indonesia. Indeks korupsi Indonesia pun akan naik," (hot detik com) pertanyaannya apakah Bisa !!!!, ini masyarakat Bali yang harus mampu menjawab. LAKUKAN GERAKAN MORAL ANTI KORUPSI DAN GRATIFIKASI MULAI SEKARANG !!!!!! Ikuti dengan tindakan nyata dalam system layanan anda Bangun Bali dengan Moralitas

 




 Berita Terkait
Nama
Website
Komentar